B2B (Business to Business) adalah jenis bisnis yang memiliki target ke bisnis lainnya dalam kata lain, perusahaan melakukan penjualan produk/jasa ke perusahaan lain. Berbeda halnya dengan bisnis B2C (Business to Customer) yang menargetkan penjualan langsung ke customer.

Jika dilihat sekilas, memang lebih mudah melakukan penjualan ke customer dibanding ke perusahaan, namun jangan takut mengambil tantangan ya Partners, kalau Kamu memiliki strategi dan produk/jasa yang tepat tenang saja, menjualnya ke perusahaan pun akan mudah.

Saat ini kamu sedang menjalankan bisnis B2B atau baru mau memulainya, jika iya baca 5 tips bisnis B2B ini agar bisnis mu lebih terarah:

  1. Mengetahui produk anda

“The more you learn, the more you know” Kamu pernah dengar quote itu? Menurut Saya kalimat itu tepat banget dalam dunia bisnis, semakin Kamu banyak mempelajari tentang produkmu semakin Kamu tahu. Mengetahui produk disini bukan sekedar “saya tahu produk saya itu food & baverage” atau produk saya itu “toner remanufactured” lebih luas dari itu, mengetahui artinya memahami. Apa saja yang harus dipahami dalam bisnis B2B ini?

  1. Segmentation: cari tahu segmentasi pasar dari produk atau jasa yang akan Anda tawarkan, segmentasi terdiri dari:
    Usia, Jenis Kelamin, Pekerjaan, Pendidikan, Geografis, Kebiasaan.

Baik, Saya akan merincikan melalui contoh:

  • Usia: 25-35 tahun
  • Jenis Kelamin: Laki-laki & Perempuan
  • Pekerjaan: Purchassing, IT, Finance dll
    Konsumen yang memiliki jenis pekerjaan tertentu umumnya memiliki ketertarikan produk/jasa yang berbeda. Selera mereka pun umumnya juga berbeda sesuai pekerjaan misalnya saja selera dalam mengonsumsi media massa yang juga berbeda.
  • Kelas Sosial: Kelas atas bagian bawah (A), Kelas menengah keatas (B+), dll.
    Jika target Anda perusahaan besar, kemungkinan besar targetnya adalah orang yang memiliki pendapatan cukup besar, biasanya berbeda kelas berbeda pula tempat orang tersebut menongkrong atau mencari informasi.
  • Geografis: JABODETABEK, Jakarta saja, seluruh Indonesia dll.
    Jika distribusi produk Anda belum bisa ke seluruh Indonesia tidak apa, pilihlah letak geografis mana yang dapat Anda jangkau, sehingga tidak perlu membuat strategi pemasaran hingga ke seluruh Indonesia. Dengan begitu target akan lebih terfokus.
  • Gaya Hidup: Joseph Plumer (1974) mengatakan bahwa segmentasi pada gaya hidup mengukur aktivitas-aktivitas manusia dalam hal: Bagaimana mereka menghabiskan waktunya (pekerjaan, hobi, liburan, belanja, olahraga, dan lain-lain). Minat mereka; apa yang dianggap penting di sekitarnya (keluarga, rumah, karier, makanan, dan lain-lain). Pandangan-pandangan baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain (isu-isu sosial, politik, masa depan, dan lain-lain).

Misalnya Purchasing: gaya hidup aktif, mudah bergaul, interest terhadap hobi dan pekerjaan. Melalui gaya hidupnya dapat membantu Anda menentukan bagaimana cara berbicara atau cara membuat content yang sesuai dengan target.

 

  1. Mencari link / data perusahaan

Setelah memahami target, waktunya Anda mencari data perusahaan yang Anda tuju sesuai dengan produk/jasa yang akan Anda tawarkan dan sesuai dengan lokasi geografis.

Bangun link yang baik sebanyak-banyaknya untuk sukses menjalankan bisnis B2B bisa melalui:

  • Telemarketing

Cari leads perusahaan dengan melakukan pendekatan ke perusahaan melalui telemarketing. Melalui telemarketing Anda dapat meningkatkan Awareness dan membuat jadwal pertemuan dengan perusahaan lain.

  • Media sosial

Selain bertujuan untuk eksistensi suatu perusahaan, sosial media juga mempunyai power dalam meningkatkan awareness, ada beberapa media sosial yang cocok untuk B2B, seperti LinkedIn dan Facebook.

 

  1. Membuat strategi

Setelah mendapatkan data perusahaan, buat strategi pemasarannya melalui:

  • Email marketing

Sebagai bisnis yang memiliki target perusahaan, promosikan produk/jasa Anda menggunakan email marketing atau yang biasa disebut dengan email blast, karena cara itu terkesan lebih formal.

  • Sales

Baik itu b2b maupun b2c tetap saja membutuhkan sales, maka jangan lupa membuat strategi dan work flow agar mendapatkan penjualan melalui sales.

 

  1. Meningkatkan layanan

Tips bisnis B2B adalah layanan. Tingkatkan layanan pada perusahaan Anda, itu menjadi salah satu faktor yang dapat menimbulkan kepercayaan calon customer.

Misalnya layanan respon yang cepat, garansi produk atau jaminan lainnya.

 

  1. Melakukan analisis

Setiap bisnis tidak boleh merasa puas dengan posisi saat ini, harus selalu ada inovasi untuk terus mengembangkan perusahaan Anda. Itu sebabnya penting membuat analisis untuk mengetahui seberapa jauh perkembangan bisnis Anda dan apa kendala yang terjadi. Apakah strategi bisnis Anda sudah cukup efektif, untuk menghindari kesalahan yang sama.

Itu dia 5 tips untuk sukses menjalankan bisnis B2B, Salam Sukses dan Salam #PrintBebasRepot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

Menu
WhatsApp WhatsApp us